Perjuangan Imam Husein dalam Tragedi Karbala

Sabtu

Memotret Perjuangan Imam Husein dalam Tragedi Karbala

Ketika saja Husain melantunkan proklamirnya dengan semboyan : (al-maut awla min ruquubil ‘aari wal ‘aaru awla min dhukhuulin naari....Ana Husaein ibn Ali .....Ana Husein ibn Ali......)

"Mati lebih utama dari hidup sengsara, dan hidup sengsara lebih utama dari masuk neraka, akulah Husain ibnu Ali ....akulah Husain ibnu Ali....."
Ali Syari'ati, 2001, menggambarkan perjuangan Imam Husain dengan "Syahadah bukanlah merupakan sarana, tetapi tujuan dari itu sendiri. Ia juga keaslian, ia adalah kesempurnaan, ia tinggi, syahadah merupakan setengah jalan menuju puncak tertinggi insani". Sayahadah merupakan undangan untuk segala usia dan generasi, Imam mengajarkan pada setiap ritmik dan kosmos yang bergerak, bahwa jihad bukan hanya untuk yang mampu, dan kemenangan adalah sebuah penaklukan. Dan syahadah bukan sekali-kali merupakan kerugian, syahadah merupakan sebuah pilihan seorang prajurit akan keyakinan menuju ambang kemerekaan, dan altar cinta serta kejayaan".

Imam Husain, dengan perjalanan syahadahnya adalah puncak pemberian pengorbanan manusia. Ia mengajarkan kepada kita akan arti, bahwa "manusia memiliki dunia yang tak terbatas, yang tak terikat pada lingkungannya, tetapi terbuka pada dunia". Berbeda dengan Abu Sofyan, Hindun, Muawiyah, Yazid yang sangat terikat pada pandangan dunia yang sempit dan terbatas, serta terikat oleh lingkungan yang fana, seperti tahta, kekuasaan, wanita, hawa nafsu dan kebinasaan, yg fenomenologi tampilannya dan figurnya tak lebih bagaikan hewan, bahkan lebih sesat dan rendah dari hewan. Jalan hidupnya terobsesi oleh perasaan jalan duniawi, dan kehidup an fana serta kompromi tuntutan-tuntutan pribadi. Jauh dibandingkan dengan Imam Husain, sebuah propotype model manusia yg dadanya penuh dengan saripati pengetahuan dan wawasan, pikirannya sangat dekat mengenal jalan-jalan ukhrawi dan makna tertingggi di balik dunia ini, yg bahkan lebih tinggi dari perasaan-perasaan luhur dan rasa spiritual yg dalam dan halus.

Dimensi Pendidikan Asyura

1. Apa artinya menjadi Manusia

John Naisbitt dan Patricia, 1990 dalam Megatrends 2000, seorang futurerolog, mengemukakan bahwa: "Terobosan paling menggairahkan pada Abad 21 terjadi bukan karena teknologi, tetapi karena perkembangan konsep mengenai apa artinya menjadi manusia"

Jauh sebelum Naisbitt, Imam Husein telah bangkit menolak ajakan untuk duduk di masjid mengajarkan teologi, filsafat, logika, fiqh, budaya yang secara bertahun-tahun dilakukan oleh kebanyakan. Oleh Muawiyah, yang saat itu mungkin dapat disepadankan oleh kebanggaan pada teknologi, dan kebanggaan terhadap saintis maupun rasionalitas semu, tanpa peduli akan makna dan hakekat manusia ataupun kemanusiaan itu sendiri, sebaliknya imam Husain tidak ingin disibukkan oleh sekedar teori, dialektika, dan wacana absurt tanpa makna, seperti kebanyakan kaum ulama dan kaum cendekia saat berakrobat intelektual dan mengayunkan ayat dan hadits, berdebat fiqh pada tataran bid'ah, sunnah, boleh dan tidak boleh, sementara kedzaliman dan kebusukan serta kediktatoran terjadi dihadapan mata, diam beribu bahasa. Majelis dzikir marak diadakan dimana-mana sementara Korupsi, manipulasi dan kepalsuan berlangsung secara sisematis, dan bahkan merajalela.

Namun Imam memilih bagaimana arti menjadi manusia, bagaimana cara hidup dan bahkan bagaimana cara mati. Kebajikan, keikhlasan, kerelaan berkurban, berkhidmat pada sesama, pengurbanan, keluhuran manusia, taqwa, kesucian, dan indahnya kenikmatan demi orang lain, dan bahkan mati itu itu, semua dipersembahkannya Imam. Jalan itu, Ia tempuh dengan cara memilih "mengikuti sunnah datu (Muhammad SAW) dan ayahnya (Ali ibn Abi Thalib)", yaitu ajaran Muhammadi,"La Ara fil mauti illassa'adah" (tidak aku perhatikan kematian kecuali sebuah kebahagiaan), kematian adalah sebuah realita yang harus dihadapi dan bahkan beliau menjemputnya dengan kerinduan, dan kecintaan secara bersamaan.

Ebeling, 1982, dalam Dogmatik des Christlichen Glaubens, layak melontarkan kritiknya: "Hanya manusia dapat menjadi tidak manusiawi. Bahkan manusia yang tidak manusiawipun mempunyai tuntutan untuk diperlakukan secara manusiawi". Statemen Ebeling, di atas setidaknya cocok dan pantas untuk propotype Abu Sofyan, Hindun, Muawiyah, Yazid, dan Bani Umayyah yang tidak sadar dan tidak akan mungkin sadar akan arti bagaiamana menjadi manusia. Figur mereka, mencerminkan dimensi kerendahan dan keterpurukan bahkan kehancuran kemanusiaan, mereka tidak saja melakukan prosesi segala perilaku jahiliyah pada babakan awal masa Nubuwwah Muhammad, yang dengan bangga memerangi, memboikot, melukai, lebih dari itupun darah dan daging serta hati seorang manusia suci Hamzah paman Nabi, ia makan, ia kunya dan ditelannya, seraya berteriak "mana Muhammad... mana Muhammad ... perhatikan tubuh dan jantung pamanmu tersayat lumat ?... Yang kemudian Agama Islam mengabadikan mereka Hindun, Abu Sufyan dan kroninya dalam al-Qur'an dengan penobatkan serta gelar sebagai "antumul tulaqaa" gelar yang disandangkan sebagai mereka yang ber-Islam (beragama Islam) secara terpaksa, dan berinterst duniawi, kepasrahan dan islam yang terpenjara oleh individualismenya sendiri. "Di antara orang-orang yang beriman ada kelompok orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur. Di antara mereka ada yang menunggu. Dan mereka tidak mengubah janjinya sedikit pun juga." (QS. Al-Ahzab; 23).
Ayat diatas memetakan antara Imam Husain dan pengikutnya, yang senantiasa komitmen dan setia terhadap janji yang mereka ikrarkan, sementara Yazid, Muawiyah, Hindun dan Abu Sofyan, serta pengikutnya adalah mereka yang mengingkari terhadap janjinya.

Apa yang terjadi pada babakan Jahiliyah kedua, yaitu tokoh diperankan oleh Muawiyah, pada masa Imam Ali dan Imam Hasan, sipenggemar koleksi para gundik budak dan selir, perampas dan perampok harta negara, dan yang piawi dan mahir dalam siasat dan tipu daya, hingga ia kemas Topeng kesalehan seseorang untuk membunuh Imam Ali, dan merasuk serta membujuk si Istri untuk meracuni Imam Hasan. Babak berikut adalah New jahiliyah, dimana dua figur sentral jahiliyah sang datu dan sang ayah menyatu pada figur Yazid, ia bukan saja gemar menodai wanita, tetapi ibundanyapun kerap kali ia nodai. Ia, mengulangi kembali pragmentasi figur ibundanya sipemakan hati paman Nabi, Hamzah ibn Abi Thalib, dengan membantai seluruh aset dan sisa pengikut setia keluarga Nabi secara biadab, dari seorang kakek, ayah, wanita hamil, anak kecil hingga sang bayi, mereka bantai secara bersamaan, dan Imam Husain Sayyidusy Syuhada memberikan pengorban yang tak ternilai harganya sepanjang peradan manusia, dengan dipenggal lehernya serta diarak ribuan kilometer. Ada saat-saatnya Umat sampai pada titik lumpuh pada pemikiran , tergadai oleh oportunitas kekuasa an, tertanggalnya baju keimanan, kebajikan terasingkan, kaum muda putus asa, dan menggadai diri, para pionir Islam telah syahid, dan dibungkam seribu bahasa. Maka, saat-saat sepert penah tak boleh terpatahkan, lidah tak boleh terpotong, mulut tak boleh tersumbat, pilar-pilar keadilan, kebenaran dan kejujuran harus ditegakkan. Dan Husain, sekali llagi mengajarkan bahwa berdiam diri merupakan petaka akan kelangsungan dan kesucian ajaran Nabi, padahal Imam saat seprti itu Ia sangat dilematis, karena berdiri diantara dua ketidak mampuan, yaitu tidak mampu berdiam diri dan tidak mampu melawan. Yang bila dihadapkan pada kondisional saat kita hidup sekarang ini, berdiri diantara kedua kemampuan, tetapi tidak dapat berbuat, dan terbelenggu serta terperdaya pada kedua kemampuan tersebut. Yaitu kemampuan untuk bicara dan kemampuan untuk melawan, ******* ***** bayangkan kemampuan materi tetapi tidak dapat membantu orang yang memerlukan, kemampuan berangkat haji dan umroh untuk beberapa kali, tetapi tidak dapat memberikan subsidi pendidikan bagi anak-anak berbakat dan terlantar, kermampuan menulis dan membaca, tetapi pelu dan kaku lidah serta pena menyuarakan keadilan dan perlawanan terhadap kedzholiman, kemampuan mengajar, dan berdakwah tetapi sulit diimplementasikan diamalkan, suara-suara kritis disumbat dengan mematikan kreatifitas dan sarana untuknya.

Menarik apa yang diungkapkan oleh Yazid kepada Zainab saat menggunakan bahasa Tuhan untuk mengelaminir bahwa apa yang dilakukannya dengan membunuh Imam Husein dan seluruh pengikutnya, adalah atas izin Tuhan-Nya, seraya berkata : "Apa menurut pendapatmu atas perbuatan Tuhan bagi tewasnya saudaramu Imam Husein" Zainab, dengan penuh keyakinan menjawab: "Tidak pernah aku mendengar dan memperhatikan perkataan Allah (Firman-Nya) kecuali yang baik"

Sekali lagi Ayat Al-Quran itu dikutip Imam Husain, untuk menjelaskan keberagamaan yang hakiki dan keberagamaan yang palsu. Kita semua sedang dites oleh Imam Husain dengan sebuah tes yang sederhana tapi berat: Mana komitmenmu? Mana kesetiaanmu pada janjimu? Mana keteguhan sikapmu untuk menegakkan Islam? Jika engkau tidak lulus tes ini, kamu masih mukmin, tetapi mukmin nominal saja, mukmin sebutan saja. Kamu belum mukmin sejati, jika kamu melingkarkan serbanmu dengan ketat, tetapi melonggarkan komitmenmu kepada keadilan. Kamu cuma pamer kesalehan, jika mulutmu menggumam kan asma Allah tidak henti-hentinya, tetapi kamu menggunakan agama untuk memperkaya dirimu.

Seorang mukmin ditandai dari komitmennya pada iman. Seorang muslim ditandai dari komitmennya kepada Islam. Alm. Sayyid Husain Fadhlullah,(Tokoh Ulama Hizbullah yang amat disegani di Libanon) yang sudah menyerahkan seluruh hidupnya untuk Islam, berkata: Kita harus bertanya -Adakah perjanjian antara kita dengan Allah atau tidak? Adakah perjanjian antara kita dengan Al-Husain sampai kepada Rasulullah saw? Ketika kita mempelajari pertanyaan ini dengan sifat kita sebagai muslimin, kita akan menjawab pertanyaan itu dg mudah, bukan dengan sifat kekerabatan, kedaerahan, kesukuan atau sifat-sifat lainnya yg rendah, karena sifat Islam itulah yg membatasi sikap kedaerahan dan kesukuan kaum muslimin. Sesungguhnya kekerabat an, kedaerahan, kebangsaan, kesukuan, adalah symbol yang boleh jadi bergerak bersama manusia di dunia ini. Tetapi pada hari kiamat , "Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya" (QS. Al-Mu'minun; 101). Pada hari kiamat orang akan ditanya dari komitmennya kepada Tuhannya, Rasul-Nya dan kitab-Nya dan syariat-Nya." (Fi Rihab ahl al-Bayt alayhim al-salam, hal. 314).

Kini semangat juang Imam Husein dengan tragedi Karbalanya bangkit memberikan spirit bagi perjuangan babak selanjutnya untuk mengenyahkan Amerika dan Koalisi dari bumi Irak. Slogan "No Saddam, No Amerika, Down to Israel, Yes to Islam" Amerika dengan mata menyalak memperhatikan jutaan komunitas pencinta kesucian dan kebenaran bangkit secara terkordinir dan solid tumpah ruah saat memperingati 40 hari peristiwa pembantaian keluarga nabi di Karbala. Sebaliknya selompok laain dari Rakyat Irak, telah melupakan janjinya, mereka putuskan kesetiaannya, pada pemimpin mereka yang mereka eluhkan, selama seperempat abad, yaitu Saddam Husein. Mereka bergabung dengan kezaliman, dan menyambut hangat kedatangan tentara Amerika, bak pahlawan yang lama mereka nantikan. Mereka putuskan hubungan dengan orang yang Allah perintahkan untuk menyambungkannya. Mereka yang memutuskan perjanjian dg Allah sesudah memperkuatnya dan memutuskan apa yg Allah perintahkan menyambungkan nya dan berbuat kerusakan di bumi, mereka itulah orang-orang yg merugi (QS. Al-Baqarah 27).

Yang beruntung adalah para pengikut Imam Husain, mereka menepati janjinya, mereka tegakkan keadilan walaupun langit harus runtuh. Kakinya tidak bergeser dari sikap hidup yang dipilihnya. Ada di antara kelompok ini yang sudah gugur dalam menjalankan missi hidupnya. Ada juga yang masih menunggu masa dengan tetap bergerak menuju kesyahidan mereka. Satu demi satu pengikut Imam gugur dengan tidak melepaskan kesetiaanya kepada pemimpinnya. Ketika kepala-kepala mereka terlepas, bibir-bibirnya masih menggumamkan baiat kesetiaan: La ilaha illallah.......

1. Membangun akan arti budaya

Manusia sering kali disebut sebagai tool-making animal, dimana relasi manusia dengan lingkungannya atau dunianya menjadi relasi yang diperantarakan pada saat manusia menciptakan alat-alat untuk menguasai dan mengendalikan lingkungannya. Salah satu bagian dari alat tersebut adalah budaya, dan apa yang menarik dari kebudayaan ? menurut P.L. Berger, 1967, bahwa, kebudayaan tidak statis, tetapi lebih merupakan proses dialektika, terdiri atas tiga momen perkembangan eksternalisasi, obyektivasi dan internalisasi.

Ekternalisasi, adalah aktualisasi diri manusia dengan membangun interaksi dengan dunianya. Imam, mengantarkan pada proses ini dimana interaksi dirinya pada dunianya. Dengan mengatakan imperium korup dan ganas serta mengurita saat itu, telah membungkus jubah kesalehan, kumandang ayat, hadits, kesucian dan tauhid yang palsu. Seperti halnya pemimpin yang suka menjatuhkan kehormatan orang lain, yang senang menabur dusta dan fitnah, yang pintar membuat isu, "jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya diulurkannya lidahnya juga" (Al-A'raf 176), adalah pemimpin yang wajib kita lawan. Mengapa? Karena ia telah menghalalkan kehormatan Muslim yang jauh lebih mulia dari kehormatan Ka'bah. Jika menjatuhkan kehormatannya saja sudah menjadi dosa besar, apatah lagi menghalalkan hartanya dan darahnya.

Tugas pemimpin adalah melindungi kehormatan, harta, dan darah yang dipimpinnya. Itulah perjanjian yang mengikat pemimpin dengan pengikutnya. Itulah kontrak sosial yang pada gilirannya mengikat pengikut untuk mentaati dan mengikuti perintahnya. Jika kontrak ini dilanggar, gugurlah kewajiban mentaatinya. Sebagai penggantinya, kita harus menentangnya, melawannya, dan bahkan memeranginya. Imam Husein menyebutkan tanda kedua pemimpin yang harus dilawan: memutuskan janjinya. Menarik bila dicermati,
Saya sangat pesimis terhadap mutu hasil Pemilu Daerah dimana-mana selain terjadi money politik, bahkan calon yang terjerat sebagai terdakwa dan di selkan dengan mudahnya dapat terpilih sebagai pemenang dalam pemilukada. Disampimng terbukti dari ditemukannya oleh tim Badan Pusat Statistik, dan P4B (Pendataan Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan), dimana masyarakat banyak yang menolak untuk didaftar sebagai peserta pemilu, karena banyak rakyat yang dikecewakan oleh komitmen para pemimpin yg mereka pilih.

Bila Imam tidak menampilkan aktualisasi diri dengan berinteraksi pada dunianya, nisacaya jubah kepalsuan, kemunafikan terus bersemayam diatas bungkus jubah kesalehan, kepatuhan dan religiusitas lainnya. Obyektivasi adalah hasil yang telah dicapai (baik mental maupun fisik) dari kegiatan tersebut. Dimensi ini ditampilkan pada saat Imam keluar menghadap kemah pasukan ‘Umar ibn Sa'adalah, seraya berteriak: " hai, dengarkanlah ! luangkan sedikit waktu untuk mendengar ucapanku. Puji atas Allah dan shalawat atas nabi serta keluarnya. Telusurilah garis keturunanku, lalu renungkanlah siapa diri kalian, lalu renungkan kembali adakah sedikit alasan untuk mengalirkan darahku dimuka bumi ini ? ....." keterpaduan dan pencapaian mental dan fisik, bahwa, Imam melakukan penyadaran atas kelaliman mereka, dengan ultimatum "...kalian membaca Al-Qur'an, mengaku umat datuku Muhammad, namun kalian sunguh berani membantai putranya..., sampai pada kepada salah satu ucapan Imama sbb :

" man lahu jaddun kajaddi Mushthofa, man lahu abun kaabi haidar, man lahu ‘ammun ka'ammi hamzah man lahu ummum kaummi faathimah, man lahu akhun kaakhi mujtaba".{siapa diantara kalian (baca:tentara pasukan Yazid) yang memiliki datu (kakek) seperti datu-ku Mushtofa Muhammad SAW, siapayang diantara kalian memiliki seorang ayah seperti ayah-ku Abu Haidar (Imam Ali ibn Abi Thalib), siapa yang memiliki seorang paman seperti paman-ku Hamzah, siapa yang memiliki seorang ibu sepertii ibu suci-ku Sayyidah Fathimah, dan siapapula yang memiliki saudara (kakak) seperti saudara-ku Imam Hasan}

Internalisasi adalah penyerapan kembali realitas keyakinan dan kedirian ini oleh manusia suatu proses transformasi struktur dunia obyektif ke dalam kesadaran subyektif. Melalui eksternalisasi kebudayaan menjadi produk manusia, Melalui obyektivasi kebudayaan menjadi realitas sui generic. Ketika Imam Husein disuruh untuk berbaiat kepada Yazid, ia menegaskan bahwa Yazid tidak layak menerima kepatuhan rakyat. "Yazid seorang fasik, peminum khamar, dan penumpah darah yang diharamkan," kata Imam Husein. Ketika orang-orang menyebut hubungan kekerabatan antara Imam Husein dengan Yazid -"Anzil ‘ala hukmi ibni ‘ammik- Imam berkata, "Tidak, demi Allah, aku tidak akan menyerahkan kepada kalian tanganku dengan kepasrahan seorang yang rendah; aku tidak akan memberikan pengakuan dengan pengakuan budak." La, wallah, la u'thikum biyadi i'thaa al-dzalil wa la uqirru iqraral ‘abid. Sebuah deklarasi revolusioner untuk kebebasan manusia! Anda bisa saja dipaksa untuk melakukan apa pun, tetapi hati nurani Anda masih punya kebebasan berkehendak. Dalam situasi apa pun, bahkan di kamp konsentrasi sekali pun, kata Viktor Frankl, Anda masih memiliki kebebasan memilih. Tubuh Anda boleh jadi sudah menyerah, tetapi hati Anda masih bebas memilih antara menyerah dan membangkang . Pembangkangan batin tidak dapat dihilangkan oleh kawat berduri sekali pun.

Imam Husein mengajarkan kepada kita bahwa sebelum kita "menuliskan tanda tangan" kepatuhan pada perjanjian kita dengan pemimpin, kita harus mengetahui dahulu kualitas pemimpin itu.

Sayyid Husein Fadhlullah QS menjelaskan kalimat Imam Husein di atas sebagai berikut: "Kepada siapa Anda berbaiat? Kepada siapa Anda berjanji? Kepada siapa Anda menjalin kontrak? Sebelum Anda meletakkan Anda pada tangan siapa saja, pelajarilah kepribadiannya, pelajarilah perjalanan hidupnya, pelajarilah sikapnya kepadamu, pelajarilah alat-alat penindasan yang dimilikinya terhadapmu. Setelah itu, berhatilah-hatilah untuk meletakkan tanganmu di atas tangan seorang manusia yang mempunyai semua alat untuk menindas karena ikatan perjanjian antaramu dgn dia menjadi sebuah perjanjian yg memberikan peluang kpada yg kuat untuk menindas yg lemah.

"Jangan letakkan tanganmu pada tangan seorang manusia yang mengingin kan agar tangannya berada di atas tanganmu, untuk memaksa kamu mene rima syarat-syarat yang tidak kamu setujui. Jika kejadiannya seperti itu, hendaknya kamu segera menarik tanganmu. Persoalannya adalah apakah kehormatan masih ada padamu atau tidak, apakah kamu dalam keadaan hina atau tidak.
"Imam Husein mengatakan kalimat di atas karena mereka berkata kepadanya: Tunduklah kepada hukum putra pamanmu. Tunduklah pada hukum Yazid, supaya ia menetapkan kamu seperti yang ia kehendaki. Tunduklah pada hukum Ibnu Ziyad supaya ia menentukan kamu seperti yang ia kehendaki. Kami berjanji padamu bahwa kamu akan memperoleh perlakuan yang adil, karena putra pamanmu tidak pernah memperlakukan mu kecuali dengan kebaikan.

"Pada saat itulah Imam berkata: Tidak, demi Allah, aku tidak akan menye rahkan kepada kalian tanganku dengan kepasrahan seorang yang rendah; aku tidak akan memberikan pengakuan dengan pengakuan budak. Tidak mungkin tanganku bersalaman denganmu atau berjanji padamu. Tidak mungkin aku berjalan bersamamu dalam keadaan apa pun selama keadaan itu menunjukkan penghinaan seorang mukmin atau penghinaan perilaku mukmin. Aku tidak akan memberikan pengakuan dengan pengakuan budak. "Imam Husein ingin mengajar semua orang dalam sabdanya seakan-akan ia berkata: Jika kamu ingin mengakui sesuatu atau menyatakan satu pernyataan hendaklah pengakuan itu keluar dari kebebasan kehendakmu, dari pusat keyakinanmu. Engkau hanya mengakui sesuatu yang engkau percayai, karena engkau yakin bahwa sesuatu itu adalah kebenaran, sehingga kamu mampu mengucapkan ‘ya' pada saat kamu mampu mengucapkan ‘tidak'.

"Apabila keadaannya tidak seperti yang engkau yakini, menurut arah yang tidak engkau setujui, atau untuk mengakui hanya karena orang lain berkata kepadamu, ‘Berusahalah untuk memberikan pengakuan" sambil memaksa kamu dengan ancaman, penindasan, atau paksaan; pada saat itu yang terjadi padamu adalah pengakuan seorang budak yang tidak memiliki kemampuan untuk berkehendak. Mengapa? Karena orang lainlah yang menghendaki atau tidak menghendakinya." (Fi Rihab Ahl al-Bayt, 338-339). Dalam konteks KPU, BPS dan P4B, sebenarnya secara tidak langsung sedang disadarkan akan arti sebuah ucapan ya' pada saat rakyat Indonesia mampu mengucapkan ‘tidak'. Secara singkat, Imam Husein berpesan: Taatilah seorang pemimpin atau penguasa selama kamu yakin bahwa ketaatanmu kepadanya didasarkan pada hati nuranimu, pada kebenaran yang kamu yakini. Bila ia memaksamu untuk melakukan sesuatu yang tidak kamu yakini sebagai kebenaran, wajib bagimu melakukan perlawanan. Imam Husein juga menegaskan bahwa kamu juga wajib melawan penguasa -siapa saja dia: sejak suami atau atasan kamu sampai kepada orang yang memegang pemerintahan baik eksekutif, legislatif, atau judikatif- bila dia menentang sunnah Rasulullah saw.

Masih dalam khutbahnya yang sama, Imam Husein memperinci karakteristik pemimpin yang menentang sunnah Rasulullah saw: Mereka menimbulkan kerusakan melecehkan hukum, mendahulukan kekayaan, menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkannya. Tugas seorang pemimpin ialah memperbaiki rakyatnya secara ruhaniah dan jasmaniah. Konon, menurut Rousseau, pada zaman dahulu manusia terus menerus berkelahi karena masing-masing memperjuangkan kepentingannya. Akhirnya mereka memilih pemimpin untuk menyelesaikan pertikaian di antara mereka. Dibuatlah perjanjian sosial, le contrat social. Tetapi dalam perjalanan sejarah, seringkali pemimpin malah merusak rakyatnya secara ruhaniah dan jasmaniah.

Melalui internalisasi manusia menjadi produk kebudayaan, menurut P.L. Berger, The Sacred canopy. Elements of Sociological Theory of Religion, proses internalisasi Imam Husein , adalah penyerapan akan realitas dimana datunya pernah mengatakan :"Husein minni wa ana min Husein" , bahwa darah daging, keyakinan, ajaran dan perjuangan Husain adalah implikasi serta implementasi dari datunya Muhammad, tetapi kemudian transformasi struktur tadi menegaskan bahwa ajaran, keyakinan, risalah, serta nubuwwah datunya Muhammad, hanya dapat diselamatkan dan ditegakkan oleh dan dengan pribadi serta perjuangan Imam Husain, jadi ini yang menarik dari filosofis "Ana min Husein" kesadaran Imam Husain ini yang menjadi pilar serta cerminan yang dipostulatkan pada cultur (budaya) bagi para penegak kebenaran, keadilan serta kesucian sepanjang masa dan zaman. Dalam artian Islam dating dibawah oleh datunya Muhammad, dan dikekalkan serta diabadikan oleh pengorbanan Husein. Sehingga analisis perjuangan Imam adalah kehendak nafsu dan egoisme serta kecerobohan belaka dengan sendirinya dapat dipatahkan dan dimentahkan, oleh akal dan logika apapun.

1. Mengangkat Potensi Transendensi

Dimensi transendensi manusia mengungkapkan diri dalam kebebasan, kreatifitas, hubungan antar pribadi, pengharapan dan pengalaman religius. Transendensi adalah "menjadi lebih" bukan dalam konteks kuantitatif, tetapi lebih dalam konteks kualitatif, suatu pendalaman, pemekaran, dan penghayatan hidup atau suatu humanisasi. Hal ini terindikasikan ketika Imam Husein mempersilahkan, para pengikutnya untuk meninggalkan beliau, seraya berkata : "hari ini saat mereka tentara Yazid, sedang lelap dalam kantuknya, dan hari cukup gelap, dibawah saksi bintang gemintang dan rembulan, kuizinkan kalian untuk meninggalkan kami, tiada beban dan kewajiban yang menyebabkan kalian menanggung dosa, atas kami silakan...kalian meninggalkan kami, niscaya Allah dan Rasul senantiasa melindungi kepergian kalian ...!

Dialog transendensi terjadi keluar dari bibir suci Imam Husein, namun apa yang didapati dari jawaban pengikutnya. "Tidak,.....tidak,...dan tidak...! Kami senantiasa selalu bersamamu Imam, maka muka serta wajah yang bagaimana kami harus menghadapkan dihadapan baginda Rasulillah, sementara kami membiarkan engkau wahai Imam rela dibunuh oleh ratusan tentara Yazid, pemengang agama yang korup. Transendensi versus doktrin Hitler berhadapan diantara kita, bandingkan keimanan dan kepatuhan pengikut Imam Husein dengan doktrin perang salib yang dikobarkan oleh Thariq ibn Ziyad, dengan cara membakar sampan dan perahu kaum muslimin, kemudian membakar semangat mereka kaum muslimin dengan tidak ada pilihan mati ditelan ombak atau ikut berjuang melawan kaum kuffar. Sehingga perjuangan yang dipaksakan, apalagi dengan iming serta janji palsu, akan lahir seperti apa yang kita alami saat ini, di bumi Indonesia yang berpenduduk ratusan juta ummat mengalami krisis kepemimpinan yang memiliki komitmen terhadap apa yang mereka janjikan, serta miskin akan pemimpin yang layak dan patut diteladani.

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=27915:memotret-perjuangan-imam-husein-dalam-tragedi-karbala&catid=55:opini&Itemid=103

FULL STORY >>

Anti Virus Palsu, Awas

Nih gan daptar antivirusnya dia sebenarnya adalah virus yang pura2 jadi antivirus ,tapi sayang cara liciknya ketahuan semakin banyak aja cara virus menyebar gan jadi gak langsung nyerang tp dia berwujud antivirus dan sekali diinstal komputer agan2 akan dimata2in dan suatu saat dibunuh ama nih virus , so jangan dipake bro kalau perlu kalau ada di hardisk dihapus aja
daptarnya :
1. Cyber Security
2. Alpha Antivirus
3. Windows Enterprise Suite
4. Security Center
5. Control Center
6. Braviax
7. Windows Police Pro
8. Antivirus Pro 2010
9. PC Antispyware 2010
10. FraudTool.MalwareProtector.d
11. Winshield2009.com
12. Green AV
13. Windows Protection Suite
14. Total Security 2009
15. Windows System Suite
16. Antivirus BEST
17. System Security
18. Personal Antivirus
19. System Security 2009
20. Malware Doctor
21. Antivirus System Pro
22. WinPC Defender
23. Anti-Virus-1
24. Spyware Guard 2008
25. System Guard 2009
26. Antivirus 2009
27. Antivirus 2010
28. Antivirus Pro 2009
29. Antivirus 360 and
30. MS Antispyware 2009

http://menujuhijau.blogspot.com/2011/01/30-antivirus-yang-harus-dihindari.html

FULL STORY >>

Waspadai Sadisme di Film Kartun "Tom And Jerry"

Waspadai Sadisme di Film Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Hampir dipastikan anak-anak di Tanah Air pernah menyaksikan serial film kartun Tom and Jerry. Tapi tahukah Anda para orang tua bahwa film yang mengangkat kisah abadi perseteruan dua makhluk kucing dan tikus berbahaya bagi anak-anak karena menyuguhkan aksi sadisme?

Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa meminta para orangtua terutama ibu untuk mewaspadai tayangan-tayangan merusak seperti yang terdapat pada Tom and Jerry atau film lainnya. “Di sejumlah negara Eropa seperti di Perancis sudah didemo besar-besaran, tapi di Indonesia film itu masih beredar luas,” katanya kepada Republika di Jakarta, Senin (3/1).

Selain itu, ungkap Khafifah yang juga Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, hal lain yang menghawatirkan terutama bagi kaum perempuan adalah kebebasan informasi dan liberalisasi pemikiran yang menyangkut tiga hal pokok yaitu human right, women right, dan reproduction right. Liberalisasi pemikiran tidak ada lagi batasan dan melanggar nilai dan moralitas.

Dia mencontohkan gaya hidup sebagaian wanita di Indonesia tidak mempersoalkan lagi seks bebas atas dasar suka sama suka. Kebebasan ini, katanya, akan mengarah kepada tindakan pembiasaan aborsi dengan alasan women right dan reproduksi right. “Ironisnya, Amerika yang kerap disebut-sebut sebagai cerminan free seks telah melakukan gerakan kembali ke virginitas,” ujarnya.

http://id.news.yahoo.com/repu/20110103/tls-waspadai-sadisme-di-film-kartun-anak-4d4f647.html

FULL STORY >>

Menghadapi Hari Kematian Internet

Bangun tidur ngecek timeline Twitter. Sambil nunggu sarapan beres, check email. Terus ngeliat foto-foto weekend unggahan temen kamu.

Sekarang ini, semua sudah terhubung dengan internet. Di banyak hal memang benar-benar membantu kita di kehidupan, terutama cara berkomunikasi dan berinteraksi. Tidak hanya berinteraksi dengan sesama manusia, tapi juga berinteraksi dengan non-human, mesin, atau sebuah sistem.

Hampir semua orang yang saya kenal sekarang mempunyai sebuah identity di dunia maya, entah web page, blog maupun social networking profile. Bahkan juga saya banyak kenal orang dari internet, tahu kegiatan orang-orang tersebut dari hasil sharingnya di dunia maya. Batas-batas privasi telah diperlebar dan definisinya diubah. Masing-masing mempunyai pemahamannya sendiri yang mungkin bagus ataupun malah merugikan.

Kita jadi berinteraksi dengan banyak orang dalam waktu yang lebih singkat dan paralel. Informasi masuk ke diri kita dengan sangat cepat dan dalam pecahan yang kecil-kecil. Otak kita jadi terlatih untuk menerima arus informasi dalam jumlah banyak secara bersamaan. Contoh nyatanya adalah Twitter.

Seperti inilah komunikasi jaman sekarang. Kita harus pintar-pintar memilih pecahan informasi kecil mana yang penting untuk disimpan dalam memori kita. Atau hal-hal apa yang sebenarnya tidak ada kepentingannya dengan kita tapi menguras energi dan waktu kita.

Kenyataan yang Maya
Apakah kamu familiar dengan skenario ini?

Bangun tidur ngecek timeline Twitter. Sambil nunggu sarapan beres, check email. Terus ngeliat foto-foto weekend unggahan temen kamu. Lalu twitteran lagi sambil sarapan.

Berapa banyak dari kita orang dewasa yang sudah merasa kaku untuk menulis tangan karena selama ini tidak pernah menulis di atas kertas lagi?


Lalu begitu sampai di kantor langsung check-in Foursquare supaya title mayor enggak keambil oleh orang lain. Dan begitu seterusnya, orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan menatap smartphone-nya dibanding dengan bertatap dengan orang lain secara langsung.

Ya memang dalam pekerjaan sehari-hari kita bertemu dengan real-people dan juga menghadapi real-problem. Tapi terkadang dunia maya di gadget kecil kita itu lebih menarik dari pada dunia nyata yang kita hadapi secara langsung. Alhasil orang lebih banyak lari ke dunia kecil yang indah untuk mengekspresikan atau bahkan menjadi seseorang yang tidak mungkin dia lakukan di dunia nyata.

Karena kesehariannya sudah berjalan rutin seperti itu lama-kelamaan orang menjadi terbiasa dan nyaman. Atau mungkin kata yang lebih tepatnya: ketergantungan.

Hari Kematian Internet Tiba
Apa yang harus kita persiapkan pada saat hari kematian Internet tiba? Setelah selama beberapa tahun belakangan ini kehidupan kita dimanjakan oleh kecanggihan dan kemudahan oleh teknologi, apa saja yang telah direnggut oleh internet dari kehidupan kita? Hal nyata apa yang telah hilang dan digantikan oleh kode-kode digital?

Secara tidak sadar dan pelan orang telah mengganti cara hidupnya selama 10 tahun belakangan ini. Contoh paling simplenya adalah menulis. Berapa banyak dari kita orang dewasa yang sudah merasa kaku untuk menulis tangan karena selama ini tidak pernah menulis di atas kertas lagi. Surat menyurat melalui email, berhitung menggunakan kalkulator, berbicara menggunakan instant messenger service, dsbnya. Peran mulut untuk berbicara telah tergantikan oleh 10 jari yang menari di atas keyboard, dan banyak hal lainnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk kembali hidup seperti masa lalu lagi secara analog?

No Google!
Ini adalah sila pertama dalam peraturan dasar hidup analog. Tidak menggunakan layanan Google sama sekali, mulai dari search engine, email, map, earth, picture, dan semuanya yang Google sediakan.

Untuk mencari tau mengenai suatu hal kita gak bisa menggunakan search engine. Kamu harus mulai mencoba mencari suatu hal dengan usaha kamu sendiri, dan dengan bertanya ke manusia lain secara real. Yang ditantang disini adalah kemampuan kamu dalam bersosialisasi dengan orang baru secara nyata untuk mendapatkan informasi. Bisa juga dengan mendatangi perpustakaan dan mencari pecahan informasi dalam deretan buku-buku yang ada disana.

Kalau selama ini kita terbiasa tinggal memasukan nama tempat atau jalan untuk melihat peta, maka pada hari kematian internet kita harus kembali menggunakan peta biasa. Harus bisa mencari lokasi peta dan menelusuri jalan yang tersebar pada ratusan lembar halaman.

Langganan surat kabar.
Karena sudah tidak bisa browsing internet lagi maka kamu harus langganan surat kabar supaya enggak ketinggalan berita sehari-hari. Yang penting adalah langganan koran pagi dan sore, karena untuk koran pagi kamu bisa baca apa yang terjadi kemarin sore hingga malem, dan koran sore untuk yang terjadi dari pagi hingga siang. Yah semua beritanya sih telat 1 hari, setidaknya kamu sudah bisa ikut dalam pembicaraan sehari-hari. Efeknya adalah waktu akan terasa lebih lambat dan lebih panjang karena informasi yang kita dapat tidak terlalu deras.

Keluar dari semua social networking platform.
Hapus semua account Twitter, Facebook, MySpace, FourSquare, Koprol, dan lainnya. Mulai coba hidup dengan tenang tanpa tahu teman kamu hari ini ngeluh apa dalam perjalanan pulang kantor yang macet. Kamu juga enggak perlu tahu teman kamu sarapan apa pada pagi harinya, dan informasi-informasi lain yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Kamu pasti akan lebih fokus dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari yang utama tanpa distraction tersebut.

Untuk menghubungi seseorang akan butuh usaha lebih dari sekedar PING!! dan mention. Manusia akan kembali berbicara menggunakan mulut dan suaranya, tidak lagi dengan text dan jarinya.

Kalau udah berpergian rasanya seperti lepas dari manapun. Perjalanan dari rumah menuju tempat nongkrong rasanya kaya jalan sendirian di terowongan sunyi yang dindingnya rapat semua. Baru bisa dihubungi apabila sudah stay di sebuah tempat. Mau kabur sejenak untuk mewujudkan me time rasanya gampang banget.

Sign out dari e-mail.
Bikin PO Box atau alamat rumah saja untuk urusan surat menyurat. Dan supaya gak numpuk sampah, bikin satu lagi PO Box khusus brosur-brosur iklan atau promosi yang gak penting untuk supaya langsung dibuang ke sampah. Prinsipnya semacam bikin account/folder khusus spam di email kamu supaya langsung di trash. Siapkan folder untuk menyimpan kertas-kertas dan dokumen yang dikirim ke rumah kamu.

Album foto.
Buat kita yang hobi foto mungkin upload ke Facebook adalah hal yang paling mudah dan nyaman. Semua foto bisa kita upload sebanyak apapun tanpa mengeluarkan biaya lagi. Apabila internet sudah mati, maka untuk masalah foto ini akan kembali menjadi hal yang mahal dan butuh banyak biaya, untuk cetak dan untuk menyimpannya dengan baik di dalam album foto. Foto akan menjadi barang yang value-nya lebih spesial dan pribadi karena tidak akan mudah lagi untuk diperbanyak seperti halnya foto digital.

No copy-paste ucapan.
Persetan dengan sms-sms copy paste yang membuat handphone kamu lemot pada hari raya. Kartu-kartu ucapan yang sifatnya pribadi dan intim dengan tulisan tangan yang sangat personal. Membuat kamu merasa lebih dihargai dan hari raya menjadi lebih berarti.

Well, kalau dilihat-lihat, sebenarnya hari kematian internet bukan berarti kiamat. Kita mungkin akan merasa kesusahan karena internet sudah membuat kita mudah dalam banyak hal, tapi di lain sisi juga, nilai-nilai kehidupan akan menjadi lebih nyata dan lebih mendalam bagi banyak orang.

Semoga kita semua sudah siap apabila hari itu datang...

Tulisan: Christian Sugiono
Yahoo.co.id

FULL STORY >>

Menciptakan Hujan Di Gurun

Kamis

Headline
Selama berabad-abad, masyarakat Timur Tengah berharap mengubah gurun menjadi lahan pertanian dan memunculkan air segar. Kini, impian itu jadi kenyataan.

Ilmuwan mengklaim mampu menghasilkan serangkaian hujan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Lima puluh badai hujan telah diciptakan tahun lalu di kawasan timur Al Ain sebagai cara mengendalikan cuaca.

Ilmuwan bekerja diam-diam untuk Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Mereka menggunakan perangkat ion raksasa yang berbentuk seperti penutup lampu pada tiang baja untuk menghasilkan bidang partikel bermuatan negatif.

Alat ini mengubah komposisi awan sehingga diharapkan dapat menghasilkan hujan. Dalam sebuah video, pendiri perusahaan Swiss yang bertanggung jawab dengan proyek Metro System International tersebut memamerkan kesuksesan mereka.

“Kami telah menghasilkan sejumlah hujan,” ujar Helmut Fluhrer dari perusahaan tersebut. Di masa lalu, China dan beberapa negara lain sempat menggunakan bahan kimia untuk mempengaruhi kinerja awan.

Semenatara ahli cuaca di negara itu memprediksi ketiadaan awan atau hujan di kawasan Al Ain, hujan terjadi dalam 52 kesempatan. Proyek ini diawasi oleh Max Planck Institute for Meteorology, salah satu pusat fisikawan atmosfer terbesar di dunia.

Mantan direktur lembaga itu, Professor Hartmut Grassl mengatakan banyak cara yang mereka lakukan, salah satunya menciptakan air di lahan kering.

Proyek tersebut menggunakan teknologi Weathertec dengan sistem berbiaya 6 juta poundsterling (Rp84 miliar) setiap tahun. Pembangunan perangkat juga menghabiskan biaya 7 juta poundsterling (Rp98 miliar) dan biaya pascaperubahan untuk penanaman tumbuhan sebesar 850 juta poundsterling (Rp11,9 triliun).

Beberapa ilmuan memperlakukan Al Ain dengan sangat hati-hat karena Abu Dhabi merupakan kawasan pesisir sehingga dapat menciptakan curah hujan yang dipicu dari pengambilan uap air di kawasan laut.

Sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1108602/inilah-cara-ciptakan-hujan-di-gurun-pasir

FULL STORY >>

Indonesia Lebih Bahagia Daripada Hongkong ?

Sebanyak 84,7% rakyat Indonesia mengaku bahagia. Hal itu terungkap dalam survei yang diadakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Hasil survei menunjukkan sebanyak 14,2% rakyat Indonesia menyatakan sangat bahagia dan 70,5% mengaku cukup bahagia. Apabila digabungkan, total sebanyak 84,7% merasa bahagia. Adapun yang mengaku kurang bahagia dan tidak bahagia sama sekali secara keseluruhan sebesar 12,2%.

Dari hasil survei tersebut, Direktur Lingkaran Survey Kebijakan Publik (LSKP) LSI Group, Sunarto Ciptoharjono mengatakan ada beberapa faktor penting yang dapat menjelaskan alasan seseorang merasa bahagia.

“Pertama, kualitas kesehatan. Orang yang merasa sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan, semakin merasa bahagia. Kedua, keamanan. Orang yang merasa bahwa lingkungannya aman, akan merasa lebih bahagia. Ketiga, uang atau pendapatan. Orang yang punya pendapatan cukup, merasa lebih bahagia,” terang Sunarto dalam sebuah kesempatan.

Survei ini diadakan pada awal Oktober 2010 dengan populasi nasional dan menggunakan metode penarikan sampel Multistage Random Sampling (MRS). Jumlah sampel 1.000 orang dengan tingkat kesalahan sampel (sampling error) plus minus 4%. Tingkat kebahagiaan umumnya diukur dengan dua metode, yakni objektif dan subjektif.

Metode objektif dilakukan dengan mengumpulkan dan menghimpun data menyangkut kualitas kehidupan publik suatu negara seperti jangkauan asuransi kesehatan, kualitas lingkungan dan, air bersih. Adapun metode subjektif dilakukan dengan meminta publik menilai sendiri kehidupan mereka. Survei LSI ini menggunakan metode subjektif.

Sunarto mengungkapkan, apabila dibandingkan dengan negara-negara yang pernah disurvei World Value Survey (WVS), Indonesia berada di posisi ke-32. “Indonesia menempati posisi ke-32 dari 57 negara yang pernah disurvei WVS,” ungkapnya.

Selandia Baru berada di urutan teratas dengan 97,3% penduduknya mengaku sangat atau cukup berbahagia. Kemudian disusul Kanada, Norwegia, Swedia, dan Malaysia. Namun, Indonesia berada di atas Hongkong, Jerman, dan China. “Yang menarik, kita lebih bahagia bila dibandingkan dengan Hongkong dan Jerman,” kata Sunarto. Survei LSI mengadopsi metode yang sama dengan yang digunakan WVS.

Sunarto menegaskan bahwa hasil survei ini tidak bisa dijadikan ukuran bahwa kebijakan pemerintah sudah berhasil. “Karena parameter kita adalah parameter yang subjektif, faktor perasaan. Kita cuma melihat tingkat kebahagiaan berdasarkan pengakuan responden,” jelasnya.

Metode subjektif, sambung Sunarto, berbeda dengan human development index. “Kalau human development index itu dari kebijakan pemerintah, tingkat mortalitas, tingkat kematian bayi, dan lain-lain. Kalau ini tidak, ini berdasarkan perasaan subjektif. Dalam kondisi apapun, kalau dia merasa bahagia, ya sudah,” pungkasnya.


Sumber : http://kampungtki.com/baca/24011


FULL STORY >>

Sejarah Mega Proyek Kapal Es Habbakuk


Setelah tenggelamnya RMS Titanic tahun 1912, Patroli Laut International mencoba menghancurkan gunung gunung es apung dengan senjata berat dan bom, namun segala usaha mereka gagal total. Tidak satupun gunung es tenggelam.


Saat itu para petinggi Militer bingung, apa yang mau mereka gunakan untuk mengamankan jalur pelayaran dari gunung gunung es mengapung ini. Tapi seorang pria bernama Mr. Geoffrey Pyke berpikir dengan cara unik, ia berpendapat gunung es tidak dapat di tenggelamkan dan ini merupakan materi bagus untuk membuat sebuah kapal induk dengan landasan pacu pesawat pengebom di atasnya. Sebuah ide brilian namun ekstrim hingga kini.

Prototipe Pertama

Tahun 1943, berlokasi di danau Patricia, Jasper Kanada. Di bangun sebuah tongkang sebagai uji coba. Para tawanan perang digunakan sebagai pekerja saat itu, mereka membuat sebuah tongkang, panjang 18.2 meter lebar 9.1 meter dan draft (dalam) 6 meter.

Konferensi Quebec 1943
Penemuan ini di bawa ke Konferensi Quebec pada 17 Agustus 1943 di Kota Quebec . Dua belas inchi kubus Pykrete di tunjukan kepada semua peserta pertemuan, lalu diuji. Kubus Pykrete di tembak dua kali,satu peluru memantul dan mengenai kaki Laksamana Amerika.Mereka juga menguji dengan tebasan parang, Pykrete terbukti ampuh. Esoknya Presiden Roosevelt memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam membangun bidang es raksasa di Corner Brook, Nfld.

Disain HMS Habbakuk berukuran panjang 609.6 meter, 91.44 meter lebar dan draft (dalam) 70 meter.Di dorong oleh dua puluh enam motor dengan kecepatan 7 knot, bertenaga 33.000 HP (Tenaga Kuda) atau sekitar 25.000 KW dengan bobot mati sebesar 2.2juta ton.

Selanjutnya Para arsitek perkapalan membangun 3 versi alternatif dari konsep asal Pyke.

1-Habbakuk I dibuat dengan campuran materi kayu. (dibatalkan pembuatannya)
2-Habbakuk II dibuat mendekati disain yang diinginkan COHQ, berukuran sangat besar, bergerak lambat dan memiliki motor penggerak, bahan utama campuran Pykrete dan penguat baja.
3-Habbakuk III dibuat lebih kecil, mampu bergerak lebih cepat dari versi habbakuk II.


Habbakuk Berakhir
Pada tanggal 16 Desember 1943, angkatan laut Amerika Serikat menghentikan proyek. Alasan utamanya adalah, sekutu mulai meraih kemenangan dalam Pertempuran Atlantik. Lagi pula diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk membangun Habbakuk sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk membangun Kapal Induk baja Konvensional. Faktanya, jika U-Boat Jerman menang di perang ini, maka Habbakuk mungkin akan berlayar le laut Atlantik Utara.

Setelah perang berakhir, Mr Pyke dikatakan masih mengusulkan ide ini,tetapi tidak seorangpun yang mau menanggapi. Pada suatu malam musim dingin bulan Februari 1948, ia menelan sebotol pil tidur di kamar kost-nya London dan di temukan meninggal.


Nah , jika ada yang mengatakan Kapal Es adalah mitos belaka, saya sarankan kalian pergi menyelam di Danau Patricia, Jasper Kanada. Sebab prototipe pertama The Ice Ship masih ada kedalaman 12-30 meter di dasar danau, masih menjadi tujuan menarik para penyelam pro saat ini.Selamat bertualang.


http://www.membuka-jendela-dunia.co.cc/

FULL STORY >>

Anggota DPR Yang Sederhana

image Suaranews - Jamaah shalat subuh baru saja bubar. Sinar matahari pagi belum terbit. Tb Sumandjaja telah keluar asal rumahnya di kampung Salabenda, Bogor, Jawa Barat.

Dia menyetop angkutan kota (angkot) yang melintas di depan rumahnya. Kendaraan tersebut nanti membawanya ke stasiun Cilebut. Melalui stasiun, politikus Partai Keadilan Sejahtera ini naik KRL ekonomi jurusan Bogor-Kota. Ia turun di stasiun Cawang Atas serta cukup membayar tiket Rp 2 ribu.

Tiba di Cawang di lanjutkan menumpang bus agar tiba ke gedung DPR. “Jikalau tak terdapat bus umum, saya kerap numpang bus Kementerian Kehutanan,” ucap anggota komisi II DPR ini.

Sumandjaja memang diniatkan memilih nebeng bus Kementerian Kehutanan ini lantaran lewat di depan gedung DPR.

Pukul 07.00 WIB, Sumandjaja telah sampai di DPR menyusul rapat internal Fraksi PKS. “Itu rutinitas saya sementara menjabat sebagai anggota DPR,” kata wakil ketua Pansus RUU Keprotokal ini.

Tetapi sekarang ini DPR sedang reses. Buat sementara, Sumandjaja tidak harus keluar rumah pada pagi buta guna mengejar kereta supaya tidak terlambat hingga di DPR.

Sumandjaja mengaku lebih senang menggunakan angkutan umum ketimbang menggunakan kendaraan priadi untuk ngantor ke Senayan.

Dengan menumpang kendaraan umum, dia bisa berinteraksi dengan anggota masyarakat.

Selain itu, biaya lebih irit dibandingkan membawa kendaraan pribadi. Ia pun tak perlu capek-capek nyetir.

Hanya bila ada keperluan mendesak saja Sumandjaja menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai ke DPR. Sumandjaja memiliki dua kendaraan yakni Toyota Rush dan Suzuki APV.

“Mobil APV itu belum tuntas kredit hingga sekarang,” kata ketua Fraksi PKS di MPR ini. Sementara Toyota Rush dibeli secara tunai setelah dia menjual kendaraan terdahulu, Suzuki Katana.

Ketua Kelompok IV Tim Sosialisasi MPR ini punya pengalaman tak mengenakkan naik kendaran umum. Telepon genggam tertinggal di angkot saat berkunjung ke suatu daerah di kabupaten bogor
Telepon genggam yang hilang merek nexian dan nokia model lama, “hilangnya minggu kemarin,” kata Ketua Komisi Konstitusi dan Legislasi MPP PKS ini.

Tersadar dua telepon genggamnya tertinggal di angkot, Sumandjaja mengejar dengan menumpang ojek. Naas, angkot tersebut tidak berhasil ditemukan.

Kehilangan telepon genggam tentu menyulitkan Sumandjaja untuk berkomunikasi agar tetap bisa halo-haloan, ia meminjam handphone anaknya.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah bias membeli baru lagi dan handphone anaknya bias dikembalikan lagi,” kata Sumandjaja. Pengalaman tak mengenakkan lainnya yakni digeledah oleh Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR.

Ceritanya, Sumandjaja yang masih dalam kondisi mengantuk turun dari bus di depan gerbang DPR. Malam sebelumnya dia bergadang karena harus menyelesaikan tugas-tugas rumah.

Begitu melewati gerbang, petugas Pamdal menghampirinya. Sumandjaja ditanyai macam-macam. Karena datang jalan kaki, dia dikira tamu.

Tak hanya itu, petugas itu menggeledahnya. Sumandjaja diminta memperlihatkan semua isi tasnya. Karena tak menemukan barang-barang yang mencurigai, Sumandjaja diminta memperlihatkan identitas.

“Langsung saya kasih ID Card anggota DPR saya. Setelah tahu mereka bahwa saya anggota DPR akhirnya meminta maaf,” kenangnya waktu itu.

Sumandjaja berharap petugas Pamdal tidak seenaknya menggeledah tas orang yang akan masuk ke dalam gedung DPR sebelum lebih dahulu menanyakan identitasnya.

“Kalau asal geledah kemudian ternyata tahu bahwa yang digeledah anggota DPR kan mereka malu sendiri,” kata anggota DPR dua periode ini.

Sumandjaja adalah anggota DPR periode 1999-2004 dan periode 2009-2014. Sedangkan periode 2004-2009 dirinya ditunjuk oleh parai untuk menjadi tenaga ahli di DPR.

Aktivitas DPR yang padat kerap membuat Sumandjaja tak punya cukup waku untuk pulang kerumahnya di bogor.

Ia sering menginap di ruangan kerjanya di ruangan 305 Gedung Nusantara I bila pekerjaannya sedang menumpuk sementara besoknya ada siding pagi hari.

Sebelum tidur, sambung Sumandjaja, dirinya terlebih dahulu malapor ke Pamdal agar tak terjadi kesalahpahaman seperti kejadian penggeledahan di gerbang DPR

Dimana tidur? Sumandjaja mengatakan dia tidur sekenanya saja. Kadang di sofa, kadang dilantai ruangan kerjanya yang dilapisi karet. Tentu saja tanpa bantal dan guling. “ saya langsung tidur miring di karpet saja dan tidur pulas sampai pagi,” katanya.

Beberapa kali tidur diruang rapat Fraksi PKS di lantai yang sama. Ia memilih tidur disitu karena ruangganya lebih lebar.untuk alas tidur, Sumandjaja memanfaatkan karton bekas yang banyak menumpuk di ruangan tersebut.

Biasanya, bila menginap dia kantor Sumandjaja ditemani asiste pribadi dan office boy yang memang sehari-hari tidur di situ, “Tapi, saya juga sering tidur sendirian,” katanya.[rakyat merdeka/suaranews]


FULL STORY >>

Ginkgo Biloba

Selasa

Lupa itu memang menjengkelkan. Sudah hampir ingat pada sesuatu yang ingin dikatakan atau dilakukan, tetapi tiba-tiba saja hilang dalam ingatan. Kalau terjadi sesekali saja, itu lumrah. Namun, jika terjadinya berkali-kali dan dalam waktu singkat, kondisi ini sungguh memprihatinkan.
Di Jerman, penyakit lupa dicegah dengan ekstrak daun ginkgo biloba yang khasiatnya sudah diteliti sejak tahun 1960. Pada tahun 1980-an, komisi E Jerman meresmikan penggunaan ginkgo biloba untuk membantu kesehatan otak.
Ekstrak ginkgo dapat membantu kelancaran peredaran darah perifer di organ tubuh yang jauh dari jantung, seperti ujung jari, ujung kaki, dan daun telinga. Kelancaran peredaran darah membuat orang senantiasa segar dan tidak lekas lelah.
Ginkgo sebenarnya adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang, mulai dari daratan Eropa hingga Amerika Serikat. Nama ginkgo sendiri berasal dari bijinya yang berasal dari tanaman ginkgo betina. Biji ginkgo berwarna kuning hijau dan matang dalam bentuk buah berdaging yang berbau busuk dan berwarna jingga cokelat.


Ginkgo Biloba
Ginkgo Biloba

Karena daun ginkgo terbagi atas dua lobus, namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Sebagai bahan obat alami, ginkgo bukanlah barang baru. Penduduk Cina kuno telah memanfaatkan daun dan buahnya sejak 5.000 tahun lalu, terutama untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru, seperti asma maupun bronkitis. Mereka pun menggunakannya sebagai minuman tonikum penyegar tubuh, setelah sarinya disaring.

Selain memanfaatkan ekstrak daun dan buahnya, penduduk Cina kuno juga memakan bijinya setelah disangrai. Konon, rasanya gurih manis seperti biji mete goreng. Camilan biji ginkgo goreng kala itu hanya merupakan santapan keluarga Kaisar. Baru pada tahun 1700-an, ginkgo biloba mulai dikenal masyarakat Eropa dan diteliti secara ilmiah.
Dilihat dari struktur taksonominya, ginkgo biloba termasuk dalam keluarga Ginkgoaceae. Hingga saat ini sentra penanaman ginkgo biloba terbesar di dunia terdapat di Provinsi Zhejiang, Cina Timur. Dalam bahasa Cina, ginkgo biloba dikenal dengan sebutan yin xing. Dalam bahasa Inggris, ginkgo biloba juga dikenal dengan sebutan the maidenhair tree karena bentuk daunnya menyerupai daun suflir rambut Dewi Maiden (Maidenhair fern).

Ginkgo biloba tergolong pohon yang sangat besar. Tingginya dapat mencapai 20-35 meter. Di Cina, pohon ginkgo biloba dapat mencapai 50 meter. Pohon ini termasuk tanaman berumur panjang. Di Provinsi Shandong, Cina, ditemukan pohon ginkgo biloba yang telah berumur lebih dari 3.000 tahun!
Para arkeolog memperkirakan tanaman ini tumbuh sejak awal zaman paleozoik, ketika dinosaurus masih hidup. Karena itu, ginkgo biloba juga dikenal sebagai tanaman fosil.
Pohon ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi kini di pasaran sudah banyak dijual suplemen yang berasal dari ekstrak ginkgo biloba. Bila ingin mendapatkan ramuan aslinya, tanaman ini jugs banyak dijual di toko-toko obat tradisional Cina.

Ginkgo biloba dikenal karena kemampuannya menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Itulah sebabnya para ahli menyarankan untuk mengonsumsi ginkgo biloba untuk menjaga kesehatan otak.
Beberapa penelitian menunjukkan, ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Secara umum, senyawa aktif ginkgo biloba terdiri atas dua kelompok utama, yaitu flavonoid dan terpene lactones, termasuk ginkgolides A, B, dan C, bilobalide, quercetin, dan kaempferol.
Suplemen ginkgo biloba yang dijual di pasaran umumnya terdiri atas 24-32 persen flavonoid dan 6-12 persen terpenoid. Seperti vitamin E, ginkgo dapat melumpuhkan radikal bebas yang sering merusak sel tubuh, terutama sel otak.

Ginkgo biloba diketahui manfaatnya dalam memacu produksi molekul ATP (adenosin trifosfat). Melimpahnya produksi ATP akan menggenjot metabolisme glukosa, yang merupakan bahan bakar bagi otak. Itulah sebabnya ginkgo mujarab meringankan stres, menahan datangnya lelah otak, dan menggiatkan daya pikir.
Dengan produksi ATP yang melejit, jaringan elektrik tubuh dipacu keaktifannya. Karena itu, ginkgo biloba dikatakan mampu membuat nafsu seks meningkat. Ditambah lagi dengan aktivitasnya melonggarkan pembuluh darah, sehingga organ seks memperoleh pasokan energi lebih lancar.
Dr. Drieu dalam penelitiannya menemukan fungsi ginkgo untuk meremajakan sel-sel otak, yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin yang umumnya mulai berkurang ketika proses penuaan berlangsung.

http://health.kompas.com/index.php/read/2009/07/29/13425826/Ginko.Biloba..Sehatkan.Otak.dan.Organ.Seks

FULL STORY >>

Anak Pejabat

Berdiri (kiri-kanan) : Aliya Rajasa, Bianca Maryulis, Vilichea Sadikin
Duduk (kiri-kanan) : Gracia Maryulis (mantannya Arya Bakrie), Azima Rajasa, Cicilia Jessica Sadikin

paling kanan Aliya Rajasa
tengah Bianca Maryulis
lokasi di Orchard Road

Didiet Prabowo anaknya Prabowo

Didiet Prabowo anaknya Prabowo

Didiet Prabowo anaknya Prabowo

Ardie Bakrie anaknya Aburizal Bakrie & Nia Ramadhani

Ardie Bakrie anaknya Aburizal Bakrie & Nia Ramadhani









Keluarga Zulkifli Hasan DPR RI dari PAN lagi liburan rutinan
tiap 6 bulan sekali ke luar negeri
kali ini lagi ke Amerika






Reni Sutiyoso Bersama Anak Pejabat Tinggi lainnya






kiri-kanan : Nadiem Makarim, Cindy Lopulisa,
Thania Muljadi, Vashty Soegomo, Elga Naldy

Futri anaknya Zulkifli Hasan anggota DPR PAN
lagi di Las Vegas




Dilarang angek :p

Sumber : http://serbaedan.blogspot.com/2011/01/bonus-serba-edan-intip-kehidupan-anak.html#

FULL STORY >>

Jangan Minum Obat Sambil Minum Susu

'Jangan minum obat dengan susu' kata-kata itu seringkali didengar atau diucapkan oleh masyarakat ketika ingin mengonsumsi obat oral. Kenapa susu tidak boleh dicampur dengan obat?

Obat atau antibiotik yang dikonsumsi secara oral bisa menjadi efektif bagi seseorang jika dikonsumsi dan diserap dengan baik oleh tubuh. Obat oral harus diserap dari saluran pencernaan hingga bisa masuk ke dalam aliran darah lalu dikirim ke daerah yang sakit atau mengalami infeksi untuk pengobatan.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap obat dengan baik, termasuk keasaman relatif di perut, ada atau tidaknya nutrisi lemak atau nutrisi lainnya, serta apakah ada unsur-unsur tertentu di dalam tubuh seperti kalsium.

Beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung tetrasiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat tersebut di dalam tubuh.

Selain itu ada obat yang baik dikonsumsi setelah makan ataupun sesudah makan, hal ini disebabkan makanan yang dikonsumsi tersebut bisa mempengaruhi penyerapan obat. Karenanya menjadi hal yang sangat penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada botol atau bungkus obat, serta masyarakat sebaiknya selalu menanyakan kriteria obat yang dikonsumsinya pada apoteker.

Lalu bagaimana dengan minuman lainnya seperti kopi, teh atau jus?

Minuman lainnya seperti kopi, teh atau jus umumnya mengandung berbagai senyawa seperti kafein yang kemungkinan bisa bereaksi dengan obat yang dikonsumsi sehingga mempengaruhi penyerapannya.

Untuk itu masyarakat selalu disarankan mengonsumsi obat dengan menggunakan air putih yang diketahui tidak memiliki kandungan apapun, sehingga tidak mempengaruhi penyerapan obat. Selain itu air putih bisa membantu melarutkan obat yang dikonsumsi di dalam lambung sehingga proses penyerapannya menjadi lebih baik dan lebih mudah.

http://www.detikhealth.com/read/2011/01/01/100103/1537208/763/kenapa-tidak-boleh-minum-obat-dengan-susu

FULL STORY >>