Tentang Confucianism

Jumat



Tentang Confucianism

Leibniz ,seorang ilmuwan genius yg terkenal, Ketertarikan Leibniz terhadap Tiongkok di mulai pada tahun 1668 setelah membaca buku2 terjemahan tentang tiongkok. 1689 Leibniz bertemu dengan seorang Jesuit , Claudio Filipo Grimaldi yang menjadi jembatan Leibniz untuk bekorespodensi dengan jesuit2 yang sedang berada di tiongkok.1697 Leibniz mempublikasikan “Novissima Sinica” kumpulan document Tiongkok termasuk perjanjian Treaty of Nerchinsk antara Russia dan Tiongkok. Koresponden Leibniz dan Joachim Bouvet (白晋) berlangsung dalam 14 kali surat menyurat. Bouvet bahkan sempat mengajari Kaisar Kang Xi . Bouvet fokus pada I – Ching . Dan dari hasil korespondensi itu Leibniz berkenalan dengan I Ching , mengilhami sistem bilangan biner Leibniz.

Pendapat:

1. Leibniz berpendapat bahwa Eropa dan Tiongkok saling melengkapi satu sama lain , western physics dan eastern ethics . Eropa unggul dalam teoritis tapi lemah dibidang etika dan politik.

2. Sekalipun Leibniz seorang protestan , tapi Leibniz berada pada pihak Jesuit dalam Rites Controversy. Leibniz menilai Toleransi beragama juga di perlihatkan oleh kebijakan Kang Xi , dapat di adopsi untuk konflik protestan vs katolik yang mengancam Eropa. Dijaman Leibniz , Prancis dibawah Louis XIV mengeluarkan Edict of Nantes (1598) dan melakukan persekusi terhadap kaum Huguenot. Leibniz berharap agar Eropa , khususnya Prancis untuk meniru Tiongkok dalam hal toleransi beragama. Tetapi muncullah Rites Controversy , dimana Tiongkok di judge sebagai negara pagan. Ordo Dominika yang menjegal Jesuit , dan berujung pada tindakan balasan dari Tiongkok.

3. Untuk bidang etika politik , Leibniz merujuk pada Confucianisme. Terhadap dimensi etika dan politik , Leibniz sama sekali tidak mengaitkan logika dan matematika.

I praise the foresight of Matteo Ricci, a great man, for following the example of the Church Fathers who interpreted Plato and other philosophers in a Christian fashion. Let us suppose he didn’t understand properly-may we not for this reason retain their opinions, like gold, purged of all impurities? If we ever impute to Confucius doctrines that are not his, certainly no pious deception would be more innocent, since danger to those mistaken and offence to those who teach is absent. (Leibniz , On The Civil Cult of Confucius , 1700)

4. Dalam karya sentralnya atas filosofi Tiongkok , (The Discourse on Natural Theology of The Chinese) , Leibniz menerjemahkan konsep Neo Confucian dari li (principle) , qi (energy/force) dan taiji (the great ultimate) ke dalam konsep metafisika. Untuk menyokong dari diskursus tersebut , Leibniz secara explisit menggunakan karya Neo Confucian di abad ke 12 , Zhu Xi , yang diterjemahkan oleh Longobardi , SJ. Leibniz gagal mengkaji pengaruh buddhist dan taoist ke pemikiran Neo Confucian , tapi tetap melanjutkan etika Confucian yang di motivasi dengan semangat yang sama.

But who would have believed that there is on earth a people who, though we are in our view so very advanced in every branch of behaviour, still surpass us in comprehending the precepts of civil life? Yet now we find this to be so, as we learn to know them better. And so if we are their equals in the industrial arts, and ahead of them in contemplative sciences, certainly they surpass us (though it is almost shameful to confess this) in practical philosophy, that is, in the precepts of ethics and politics adapted to present life and use of mortals. Indeed, it is difficult to describe how beautifully all the laws of the Chinese, in contrast to those of other peoples, are directed to the achievement of public tranquillity and the establishment of social order, so that men shall be disrupted in their relations as little as possible. (Leibniz , Novissima Sinica )

5. Confusianism bahkan berperan penting dalam sejarah evolusi Akunting. Accounting must be proper (Confucius) . Confucius adalah manajer warehouse. Spirit Confucius menuntun rakyat Tiongkok selama ribuan tahun untuk membentuk kembali kehidupan sosial dalam setiap fase evolusi. Contohnya , adalah evolusi metode penyimpanan buku sebagai satu dari teknik mutakhir Tiongkok selama ribuan tahun. Ide utama dari evolusi akunting di Tiongkok adalah “spending no more than income” yang di adopsi sejak jaman Zhou Dinasty. Sepanjang Dinasti Han, perbedaan antara profit , expense , cost telah dikenal. Dinasti Ming telah mengembangkan revenue sources dan reducing expenditures. Juga mengembangkan warehouse management theory. (Chow , et al 2007) . Secara keseluruhan , sepanjang sejarah Tiongkok , telah dikembangkan , internal checking, external auditing , design of accounts dan reports , auditing organisations, bookkeeping methods, budgeting, standard costing, management regulations. Dan antar hubungan pribadi , Guan Xi adalah term sosial yang menggambarkan jaringan network.

“In the cult which the Chinese display towards Confucius and other deceased worthy of merit,especially their own ancestors, it apparently happens that there are rites which many elsewhere would view as religious ones. But it is quite certain that these symbols are mostly so ambiguous that their veneration can be seen as some sort of political cult, like emperors… We indeed know the Chinese people have gone to more extremes in ceremonial pomp than other nations, and i this regard they have fallen into excess. But such excesses do not require a strict interpretation. Therefore one must examine their opinions on souls on the basis of the appropriate evidence. This is especially important if according to the writings canonized by scholars, one could demonstrate that the literati thought that the souls of Confucius…” (Leibniz , Novissima Sinica ) Artikel , The Historical Evolution of Accounting In China) (Novissima Sinica) : Effect of Culture (2nd Part) , Juni , 2008

6. Memuji sebuah negara yang sudah divonis negara pagan adalah tindakan nekat bisa berujung pada persekusi (Seperti kelak di alami oleh Christian Wolff) . Jadi seperti umumnya pada jaman itu , buku2 yang dinilai rawan hanya dapat di publikasikan secara terbatas atau bahkan pribadi. Karena itu di jamannya , Novissima Sinica – Leibniz hanya di cetak tidak lebih dari 50 buku.


China remaking Europe

Confutian.Me

Artikel Lainnya



2 komentar to “Tentang Confucianism”




Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

Bebas Berkomentar..